Gerbang Universal dan Tugas Sistem Digital

Gerbang-gerbang sistem digital atau gerbang logika adalah piranti yang memiliki keadaan bertaraf logika. Gerbang logika dapat merepresentasikan keadaan dari bilangan biner.

Terdapat  dua  keadaapada  gerbang  logika,  yaitu  0  dan  1.  Tegangan  yang digunakan dalam gerbang  logika adalah HIGH (1)  dan LOW (0). Sistem digital yang paling kompleks seperti komputer besar disusun dari gerbang logika dasar seperti AND, OR,  NOT dan gerbang kombinasi (turunan)  yang  disusun dari gerbang dasar  tersebut seperti NAND, NOR, EXOR, EXNOR.
Gerbang  Universa merupakan  sala satu  gerbang  turuna yan dirangkai sehingga  menghasilkan  output  yang  sama  dengan  output  dari  gerbang  dasar  maupun gerbang turunan. Adapun gerbang universal itu adalah NAND dan NOR.
Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 apabila semua masukan adalah berlogika 1. Gerbang OR digunakan untuk menghasilkan logika 1 apabila salah satu  masukan  berlogika  1.  Gerbang  not  adalah  gerbang  inverter  (pembalik).  Output yang dihasilkan adalah kebalikan dari input yang diberikan. Gerbang logika turunan. 
 IC yang digunakan oleh Gerbang Pembangunan Universal  :



Jenis Gerbang Logika dasar dan tabel kebenarannya :

Praktikum Sistem Digital

           5 April 2011 Praktikum Sistem Digital, di perkuliahanku ini, aku di bibing oleh Mas Jfri Senoaji. Di pertemuan pertama ku ini aku mendapatkan materi tentang “Gerbang Dasar AND dan OR” di dalam Lab kami di kenalkan dengan alat digital trainer NX-4. Dengan alat ini kami melakukan praktikum. Jika membuat simulasinya pada PC ada aplikasi kusus yang namannya electronics workbench. untuk mendapatkan silahkan klik disini
        Rangkaian rangkaiian logika berfungsi sebagai saklar yang menghubungkan unti unit pembentuk pencacah elektronik ke konfigurasi yang diperlukan untuk melakukan pencacahan . Rangkaian logika yang sering digunakan dalam penyaklaran adalah OR ,AND
              Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada
keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0. Seperti pada gambar table kebenaran OR




A B Y
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1


powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme